Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tanju NTB

0
442
Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tanju NTB

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tanju NTB

Sumbawa, Presiden Joko Widodo kembali meresmikan bendungan Tanju yang berada di Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Bendungan ini memiliki kapasitas tampung mencapai 17,86 juta meter kubik dan mempunyai luas genangan 325,2 hektar. Bendungan ini juga menghabiskan biaya senilai Rp 124 miliar.

Bendungan yang dibangun oleh PT Nindya Karya sebagai Pelaksana KSO serta PT Ciriajasa E.C dan PT Indra Karya sebagai Supervisi KSO ini, juga dipastikan bisa menjadi sumber ketersediaan air baru bagi masyarakat dengan intensitas aliran sebesar 54 liter per detik.

Diresmikannya bendungan ini diharapkan dapat menjadi sumber irigasi baru bagi masyarakat disekitar lokasi. Beliau juga berharap kehadiran bendungan itu dapat meningkatkan produksi padi dan jagung yang selama ini menjadi prioritas utama andalan NTB. Karena Bendungan ini dapat mengairi 2.250 hektar lahan tanah pertanian di Kecamatan Manggalewa.

“Kami harapkan komoditas pertanian di Dompu bisa meningkat dan naik cepat. Diharapkan panen dari satu kali jadi tiga kali,” kata Jokowi saat peresmian, Senin (30/7).

Bendungan Tanju ini sangat penting bagi masyarakat Dompu, karena bendungan ini merupaka kunci pembangunan di NTB. Karena bendungan-bendungan di Indonesia masih tertinggal dari negara lain, kita coba tengok di Amerika yang memiliki 6.100 bendungan dan China memiliki 110 ribu bendungan.

“Kunci pembangunan di NTB satu, ada air. Kalau tidak ada air, misalnya di Dompu ini, mau ditanam apa,” tambah Presiden.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Hari Suprayogi memperkirakan manfaat irigasi dari bendungan ini dapat dirasakan masyarakat mulai Januari-Februari 2019 mendatang. Sebab, musim hujan diperkirakan akan datang mulai November 2018 dan tampung air menyentuh batas maksimal pada awal tahun depan.

Untuk mencapai aliran air maksimal sesuai target, diperkirakan baru tercapai dalam beberapa tahun ke depan setelah pembangunan 2 terowongan yang mengalirkan air ke Bendungan Tanju dari Sungai Rababaka selesai dibangun. Karena sumber air bagi bendungan ini turut memanfaatkan aliran Sungai Rababaka dengan volume mencapai 26 juta meter kubik atau setara 3,2 meter kubik per detik.

“Kalau ada terowongan ini, kapasitas bendungan menjadi maksimal hingga 17 jutaan meter kubik,” katanya.

Bendungan Tanju, NTB saat ini memiliki 9 bendungan yang sudah selesai dibangun, yaitu Bendungan Batu Jai, Bendungan Pengga, Bendungan Pandanduri, dan Bendungan Suwangi di Pulau Lombok.

Kemudian Bendungan Batu Bulan, Bendungan Mamak, Bendungan Tiu Kulit, Bendungan Gapit, Bendungan Pelaparado, dan Bendungan Sumi di Pulau Sumbawa. Sedangkan sisanya, ada 2 bendungan yang masih tahap pembangunan, yaitu Bendungan Bintang Bano dan Bendungan Mila.

Dan ditargetkan jumlah bendungan yang sudah selesai dibangun dan sudah dimulai proses pembangunannya mencapai 65 bendungan, yang terdiri dari 49 bendungan baru dan 16 bendungan yang sudah dalam proses pembangunan.

Saat ini yang sudah selesai ada 9 bendungan, 34 bendungan sedang proses pembangunan, 14 bendungan akan dimulai proses pembangunannya, dan 8 bendungan akan ditenderkan tahun depan.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 − eleven =