INILAH 3 KEISTIMEWAAN BANDARA AHMAD YANI SEMARANG YANG TIDAK ADA DI ERA SEBELUM JOKOWI

0
108
INILAH 3 KEISTIMEWAAN BANDARA AHMAD YANI SEMARANG YANG TIDAK ADA DI ERA SEBELUM JOKOWI

INILAH 3 KEISTIMEWAAN BANDARA AHMAD YANI SEMARANG YANG TIDAK ADA DI ERA SEBELUM JOKOWI

Bandara ini jauh berbeda dari bandara yang sebelumnya, mulai dari luasnya, fasilitas, kapasitas, hingga konsepnya yang kian unik. Terminal bandara baru yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Kamis (7/6/2018) sore ini memiliki keistimewaan dibanding bandara sebelum era Jokowi. Terminal baru ini berbeda lokasi dari bandara lamanya. Bandara Ahmad Yani yang baru lebih dekat ke Pusat Rekreasi Promosi dan Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah.

  1. Konsep Bandara Terapung Pertama di Indonesia
    Bandara Ahmad Yani yang baru mengusung konsep floating yang dipadu dengan mekanisme eco green airport. Bandara Ahmad Yani menjadi bandara terapung pertama di Indonesia. Area bandara dikelilingi oleh rawa dan tambak yang tetap dipertahankan sesuai kondisi aslinya. Hebatnya bandara ini tetap menjaga ekosistem alam di sekitar. Bangunan sebagian besar berdiri di atas air dan dikelilingi kolam, mulai dari gedung terminal, gedung parkir, dan wetland park area.
  2. Luas Terminal Sembilan Kali Lebih Besar
    Bandara Ahmad Yani yang baru memiliki luas area 58.652 meter persegi atau hampir sembilan kali dari luas terminal lama yang hanya 6.708 meter persegi. Kapasitas penumpang bandara baru ini juga mencapai 6,5-7 juta penumpang per tahun atau 20.000 orang per hari. Sebelumnya hanya 800.000 orang per tahun, tetapi kerap dijejali hingga 4,4 juta penumpang (over capacity).
  3. Apron Yang Luas
    Apron baru di bandara tersebut juga dibuat lebih luas, yakni 72.522 meter persegi, bisa menampung 13 pesawat narrow body atau konfigurasi 10 pesawat narrow body dan dua pesawat wide body cargo. Terminal baru yang dikerjakan PT Waskita Karya dibangun selama kurang lebih satu tahun. Proses penggarapan bangunan tiga lantai itu dimulai Mei 2017 dan Juni sudah hampir 100 persen.

Comments

comments