Habib Muhammad Luthfi Ali Bin Yahya Meyakini Indonesia Bisa Menjadi Negara Yang Makmur

0
482
Habib Muhammad Luthfi Ali Bin Yahya Meyakini Indonesia Bisa Menjadi Negara Yang Makmur

Habib Muhammad Luthfi Ali Bin Yahya Meyakini Indonesia Bisa Menjadi Negara Yang Makmur

Pekalongan, Pemerintahan Presiden Joko Widodo bisa membawa Indonesia menjadi negeri yang makmur atau baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Syaratnya, harus mendapatkan dukungan dari masyarakat.

Dalam Muktamar XII Jatman ini, Presiden Jokowi hadir untuk membuka acara yang berlangsung hingga Kamis, 18 Januari 2018.

Baca : Bangun Bandara Kemenhub Serap 70 Ribu Tenaga Kerja Lokal

Mengenakan kopiah, jas, dan sarung presiden memberikan pula sambutannya. Presiden Jokowi tiba didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Habib Muhammad Luthfi Ali Bin Yahya Meyakini Indonesia Bisa Menjadi Negara Yang Makmur

Rais ‘Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya meyakini bahwa Jokowi bisa membawa kemaslahatan di Indonesia.

“Tugas ini berat, tapi saya meyakini bila semua mendukungnya negeri ini secepatnya jadi negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” kata dia dalam pembukaan Muktamar XII Jatman di Pendopo Kajen, Pekalongan pada Senin, 15 Januari 2018.

Baca : Wiranto Ungkapkan Bahwa Kebijakan Jokowi Merupakan Hasil Blusukan Ke Masyarakat Dan Ulama

Ajaran thariqah berperan untuk melahirkan rasa terima kasih kepada Allah, para rasul, dan para pendiri bangsa di dalam diri pengikutnya. Rasa terima kasih itu, kata dia, tidak cukup bila sekedar kata-kata.

“Tapi mampukah mensosialisasikannya, mengaplikasikan terima kasih itu sehingga mampu mewujudkan membantu pemerintah menciptakan negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” kata Luthfi.

Baca : Buka Konferensi Trilateral Ulama, Jokowi : Kecam Pemindahan Kedubes AS Ke Yerusalem

Thariqah mengajarkan pula untuk bersyukur kepada Allah dengan cara membangun Indonesia. Bagian dari syukur itu, salah satunya dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“NKRI harga mati. Ini penilaian Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah,” ujarnya.

Sebelum membuka acara, Presiden dan rombongan menyempatkan menemui sejumlah ulama setempat.

Comments

comments