Daya Beli Warga Indonesia Tumbuh 5,14% Pada Kuartal II 2018

0
162
Daya Beli Warga Indonesia Tumbuh 5,14% Pada Kuartal II 2018

Daya Beli Warga Indonesia Tumbuh 5,14% Pada Kuartal II 2018

Jakarta, sepanjang pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa tingkat konsumsi rumah tangga pada orang Indonesia atau daya beli masyarakat tumbuh di 5,14% pada kuartal II-2018. Angka ini juga menjadi yang paling tinggi jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Saat dihubungi media beberapa hari yang lalu, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, tingginya tingkat konsumsi rumah tangga di kuartal II-2018 dikarenakan dorongan dari beberapa hal.

“Penjualan eceran tumbuh bagus, lalu penjualan wholesale sepeda motor dan mobil penumpang,” kata Suhariyanto di kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2018).

Selain itu Ia menambahkan, yang juga mendorong daya beli orang Indonesia di kuartal II-2018 karena pemberian tunjangan hari raya (THR) kepada PNS oleh pemerintah, lalu ketepatan penyaluran bantuan sosial (bansos) oleh pemerintah kepada kelompok masyarakat paling bawah.

“Bansos dari pemerintah tumbuh 61,69%, itu menguatkan golongan terbawah, karena pemerintah perlu memperhatikan,” jelas dia.

Jika dilihat data BPS, sejak awal kuartal III-2014 maka angka konsumsi rumah tangga pada kuartal II-2018 menjadi yang paling tertinggi. Dari tahun 2014 Kuartal III: 5,12%, Kuartal IV: 5,08%. Kemudian di tahun 2015 Kuartal I: 4,99%, Kuartal II: 4,97%, Kuartal III: 4,96 %, Kuartal IV: 4,92%.
Kemudian di tahun 2016 yaitu Kuartal I: 4,95%, Kuartal II: 5,07%, Kuartal III: 5,01%, Kuartal IV: 4,99%. Pada tahun 2017 Kuartal I: 4,94%, Kuartal II: 4,95%, Kuartal III: 4,93%, Kuartal IV: 4,97%. Dan pada tahun 2018 Kuartal I: 4,95%, Kuartal II: 5,14%.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

11 − five =